FILSAFAT ISLAM DI TIMUR - PERUBAHAN
SELAMAT DATANG DI DELOVER PUTRA SAOK LAWEH : ERICK YONANDA

Home » » FILSAFAT ISLAM DI TIMUR

FILSAFAT ISLAM DI TIMUR

Written By Erick Yonanda on Jumat, 15 Maret 2013 | Jumat, Maret 15, 2013

FILSAFAT UMUM
Tentang
FILSAFAT ISLAM DI TIMUR


Disusun oleh :
YENI NOFRIANI
MULIYADI
Dosen pembimbing :
RITA HANDAYANI ,S.FIL.I.MA
YAYASAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATRA BARAT (UISB)
SOLOK NAN INDAH
(YP3 UISB SNI)
2010 / 2011
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini,Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, tim penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.



BAB I
PNDAHULUAN
A Latar Belakang
Pemikiran dalam Islam lahir tidak bersamaan dengan kemunculan Islam, tetapi lahir jauh sesudahnya, setelah melalui proses sejarah yang panjang. Ia berangkat dari kepentingan-kepentingan sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Pada masa Rasulullah SAW, kaum Muslim tidak mengalami masalah berat ketika berhadapan dengan masalah akidah, ibadah dan muamalah, karena setiap masalah yang muncul dapat dirujuk kepada Nabi Muhammad SAW. Namun setelah Rasulullah SAW wafat pada 632 M,
Kaum Muslim mulai menghadapi berbagai masalah, khususnya masalah suksesi. Masalah yang paling awal adalah, siapakah pengganti rasul yang akan memimpin umat? Pengganti Muhammad SAW sebagai rasulullah tidak mungkin ada, karena beliau adalah nabi akhir zaman, tetapi pengganti Muhammad SAW sebagai kepala negara, membuat bermunculan pendapat dari kalangan sahabat. Dan keputusan yang diambil tidak memuaskan semua pihak. Dari sinilah muncul cikal bakal munculnya pemikiran-pemikiran baru dari para sahabat. Jawaban dari masalah awal, pengganti nabi, akhirnya tercapai dengan kesepakatan. Sebagaimana diketahui, tampuk kepemimpinan (khalifah) diserahkan kepada Abubakar. Dua tahun kemudian, beralih ke Umar bin Khattab. Setelah itu, berpindah ke Utsman bin Affan.
Terakhir, dipimpin oleh Ali bin Abi Thalib. Dengan corak kepemimpinan masing-masing, mereka ini disebut khulafa’ur rasyidin.

BAB II
PEMBAHASAN
II.I Filsafat Islam
Islam dengan kebudayaan telah berjalan 15 abad dalam perjalanan yang begitu panjang terdapat 5 abad perjalanan yang menakjubkan dalam perjalanan dalam kegiatan pemikiran filsafat yaitu antara abad ke tujuh hingga abad ke 12 dalam kurun waktu 5 abad itu para ahli pikir islam merenungkan kegiatan manusia dalam hubunngan dengan sesama dengan alam dan dengan tuhan dengan menggunakan akar pikiran
Dalam kegiatan pemikir filsafat tersebut terdapat dua macam kekuatan pemkiran berikut :
a) Para ahli pikir islam berusaha menyusun sebuah sisitem yang dijarkan dalam agama islam
b) Para ulama mengunakan metode rasional dalam memecahkan persoalan ketauhitan

Para ahli pikir islam dan para ulama tersebut menggunakan instrument atau alat filsafat untuk membela dan membentangi tauhid nya para ahli pikir mencoba memberikan suatu kesimpulan yang tidak bebrtentangan dengan dasar ketauhitan
Dari sekian banyak ulama islam ada yang keberatan terhadap pemikir islam (pemikir filsafat yang berdasarkan ajaran islam ) tetapi ada juga yang menyetujui nya ulama yang keberatan terhadap pemikir fildafat (golongan salaf ) berpendapat bahwa adanya pemikiran filsafat dianggap nya sebagai bid’ah dan menyesatkan alqur an tidak untuk memperdebatkan pemikiran dan ditakwilkan akal pikiran manusia tetapi al qur an untuk diamalkan sehingga dapat dijadikan tuntutan hidup didunia dan diakhirat
Ulama yang tidak keberatan terhadap pemikir fisafat (yang mempunyai sifat itu penting)berpendapat bahwa pikiran filsafat sangat membantu dalam menjelaskan isi dan kandungan alqur ana dengan alas an yang dapat diterima oleh akal pikiran manusia .didalam alqur an terdapat ayat ayat yng menekankan pentingnya manusia untuk berfikir tentang dirinya sendiri tentang alam semesta untuk mengimani tuhan sang pencipta .
A Beberapa pebedaan yang mendororng aliran aliran pemikir filsafat timbul
Timbulnya ali filsafat didorong oleh beberapa perbedaan :
a) Persoalan tentang zat tuhan yang tidak dapat dirobah
b) cara berfikir
c) Perbedaan dan orientasi dan tujuan
d) Perasaan asabiah keykinan yang buta atas dasar suatu pendirian ealau diyakini tidak yakin lagi
1. Lahirnya Filsafat Islam
Setelah kaisar yustianus menutup akademi neoplatinisme di atena beberapa guru besar hijrah ke krispon tahun 537 yang kemusian disambut oleh kaisar kusraww tahun 529 setelah itu dietempat yang baru mengadakan kegiatan mengajar filsafat ,mereka dalam waktu 20 tahun disamping mengejarkan filsafat juga maempngaruhi lahirnya lembaga yang mengajarkan filsafat seperti aleksandria anativia Beirut.
2. Pembagian Lairan Pemikir Filsafat Islam
Pembagian ini berdasarkan pada hubungan dengan system pemikir yunani ,sebagai berikut :
 Periode multazilah
 Periode filsafat pertama
 Periode ini berlangsung mulai dari abad ke 8 dsampai kea bad 11
 Periode kalam asyiary periode ini berlangsung mulai abad ke 9 sampai ke abad ke 11
 Periode filsat ke dua periode ini berlangsung mulai abad ke 11 sampai abad ke 12
3. Periode Lisasi Perkembangan Filsafat Islam
Para ali mwnwjukan anak teory tentang periodelisasi perkembangan filsafat islam secar global perkembangan filsafat islam sejaka awal dapat di bagi dengan lima periode :
 Masa penterjemah dan pengulsdsn terhadap buku buku yunani kemudian disertai dan panduan di antara agama dan filsafat Tokoh nya ialah : al – khidi , al farby ,ikwanusafa dan ibnu shina
 masa kritikan terhadap filsafat islam Tokoh nya ialah : imam ghazali
 masa kritiakan lanjutan terhsap filsafat islam
 masa pembelaan teradap islam
 masa kefakuman san peralihan corak filsafat

II.II Para Filosof Dan Pemikirannya
a) Alkhdi (185 – 260 H / 801 -873 )
Sebagai filosof alkhidi merumuskan pemikiranya filsafat uraian di antaranya : hanya dibatasi pada dua kajian terpenting yaitu :
 Hubungan agama dan filsafat
 Metafisika (ketuhanan)
b) Al – farabi (258 -339 h/870 – 950 )
Pemikirany alfarbi beberapa aspek :
 Kesatuan filsafat
 Ketuhanan
 Pencipta alam
 Negara ideal (madinah –alfadilah )
c) Ikhwanus Shafa
Pemikiran khawanus saf dapat di klasifikasikan
 Filsafat
 Pencinta alam
 Jiwa
d) Ibnu Shina (370 – 428 / 980 – 1037 )
Pemikiranya ibu shina dibatasi pada 3 bidang :
 pencinta alam
 jiwa
 akal
e) Imam Gazhali ( 450 -505 / 1056 – 11111 )
pemikiran kefilsafatan yang diuraikan menyangkut 2 masalah penting yaitu tentang :
 Agama dan filsafat
 Epistemologi (Nakrifah )
f) Ibnu Thufail ( 505 – 581 / 1110 – 1185 )
System pemikiran ibnu terkam dalam karya utamanya hai bin yaksan .dalam buku fikih inilah anaka pemikiran ibnu tufhail .dalam uraian ini ada dua masalah sebagai berikut :
 Kekuatan akal
 Epistemology
g) Ibnu Rasyid ( 520 – 595 / 1126 – 1198 )
Ibnu rasyid kefilsafatan mengalami perubahan yang signifikan : peradapan pertama terjadi dalam bidang kajian filsafat .kajian filsafat beralih dalam bentuk tasauf .atau berupay memadukan filsafat dengan tasawuf yang sering disebut tasawuf filsafat.

II.III Hubungan Filsafat Islam Dengan Ilmu Islam
Keunggulan khusus bagi filsafat Islam dalam masalah pembagian cabang-cabangnya adalah mencakup ilmu kedokteran, biologi, kimia, musik ataupun falak yang semuanya menjadi cabang filsafat Islam. Sehingga hal ini menjadi nilai lebih bagi filsafat Islam. Dengan demikian filsafat Islam secara khusus memisahkan diri sebagai ilmu yang mandiri. Walaupun hasil juga ditemukan keidentikan dengan Pemandangan orang Yunani (Aristoteles) dalam masalah teori tentang pembagian filsafat oleh filosuf-filosuf Islam.
Filsafat memasuki lapangan-lapangan ilmu ke-Islaman dan mempengaruhi pembatas-pembatasnya. Penyelidikan terhadap keilmuan meliputi kegiatan filsafat dalam dunia Islam. Dan yang menjadi perluasan ilmu dengan tidak membatasi diri dari hasil-hasil karya filosuf Islam saja, tetapi dengan memperluas pembahasannya. Hasil ini meliputi ilmu kalam, tasawuf, ushul fiqh dan tarikh tasyri’.
Para ulama Islam memikirkan sesuatu dengan jalan filsafat ada yang lebih berani dan lebih bebas daripada pemikiran-pemikiran mereka yang biasa dikenal dengan nama filosuf-filosuf Islam. Di mana perlu diketahui bahwa pembahasan ilmu kalam dan tasawuf banyak terdapat pemikiran dan teori-teori yang tidak kalah teliti daripada filosuf-filosuf Islam.
Pemikiran Islam mempunyai ciri khas tersendiri dibanding dengan filsafat Aristoteles, seperti halnya pemikiran Islam pada ilmu kalam dan tasawuf. Demikian pula pada pokok-pokok hukum Islam (tasyri’) dan Ushul Fiqh juga terdapat beberapa uraian yang logis dan sistematis dan mengandung segi-segi kefilsafatan. Syekh Mustafa Abdur Raziq adalah orang yang pertama mengusulkan ilmu Fiqh menjadi bagian dari filsafat. Berikut ini ada beberapa hubungan filsafat Islam dengan Ilmu Tasawuf, Ilmu Fiqh, dan Ilmu Pengetahuan
II.IV Hubungan Filsafat Islam Dengan Filsafat Yunani
Proses sejarah masa lalu, tidak dapat dielakkan begitu saja bahwa pemikiran filsafat Islam terpengaruh oleh filsafat Yunani. Para filosuf Islam banyak mengambil pemikiran Aristoteles dan mereka banyak tertarik terhadap pemikiran-pemikiran Platinus. Sehingga banyak teori-teori filosuf Yunani diambil oleh filsuf Islam.
Demikian keadaan orang yang dapat kemudian. Kedatangan para filosuf Islam yang terpengaruh oleh orang-orang sebelumnya, dan berguru kepada filsuf Yunani. Bahkan kita yang hidup pada abad ke-20 ini, banyak yang berhutang budi kepada orang-orang Yunani dan
Romawi. Akan tetap berguru tidak berarti mengekor dan mengutip, sehingga dapat dikatakan bahwa filsafat Islam itu hanya kutipan semata-mata dari Aristoteles, sebagaimana yang dikatakan oleh Renan, karena filsafat Islam telah mampu menampung dan mempertemukan berbagai aliran pikiran. Kalau filsafat Yunani merupakan salah satu sumbernya, maka tidak aneh kalau kebudayaan India dan Iran juga menjadi sumbernya. Pertukaran dan perpindahan suatu pikiran bukan selalu dikatakan utang budi. Suatu persoalan dan hasilnya dapat mempunyai bermacam-macam corak. Seorang dapat mengemukakan persoalan yang pernah dikemukakan oleh orang lain sambil mengemukakan teorinya sendiri. Spinoza, misalnya, meskipun banyak mengutip Descartes, ia mempunyai mahzab sendiri. Ibnu Sina, meskipun menjadi murid setia Aristoteles, ia mempunyai pemikiran yang berbeda-beda.
Para filsuf Islam pada umumnya hidup dalam lingkungan dan suasana yang berbeda dari apa yang dialami oleh filsuf-filsuf lain. Sehingga pengaruh lingkungan terhadap jalan pikiran mereka tidak bisa dilupakan. Pada akhirnya, tidaklah dapat dipungkiri bahwa dunia Islam berhasil membentuk filsafat yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan keadaan masyarakat Islam itu sendiri.


DAFTAR PUSATAKA
http://a2i3s-c0ol.blogspot.com/2009/01/hubungan-filsafat-islam-dengan-filsafat.html http://www.docstoc.com/docs/21590880/FILSAFAT-ISLAM
http://a2i3s-c0ol.blogspot.com/2009/01/hubungan-filsafat-islam-dengan-filsafat.html

URL : http://erickyonanda.blogspot.com/2013/03/filsafat-islam-di-timur.html
Share this article :

0 Komentar:

 
Support : Blogger Template Free | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. PERUBAHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger